Tips Mengirim Lamaran Kerja via Email, Hindari 12 Kesalahan Ini Agar Lamaran Kamu Diterima!!

Tips Mengirim Lamaran Kerja via Email, Hindari 12 Kesalahan Ini Agar Lamaran Kamu Diterima!!

PML.my.id - Dalam sebuah perusahaan, bagian HRD alias Human Resources Department menerima puluhan bahkan ratusan CV (curriculum vitae) dalam inbox email perusahaan setiap minggunya.

Meskipun pengalaman kerja kamu cukup banyak dan CV kamu menarik, pasti ada hal yang membuat HRD mengacuhkan dan urung menghubungimu untuk wawancara. Dan akibatnya? Kamu gagal kembali mendapat pekerjaan yang kamu inginkan.

Inilah 12 hal yang perlu kamu hindari karena bisa membuat CV kamu diacuhkan:

#1 Subject Email Tidak Jelas/Tidak Ada Sama Sekali

Banyak sekali pelamar yang tidak jelas menuliskan pada subject email atau malah tidak menggunakan subject. Boro-boro dipanggil interview, di buka saja tidak. Jika kamu mengirim lamaran pekerjaan via email, subject harus kamu perhatikan, supaya saat bagian HRD sedang mengecek inbox email perusahaan atau ketika melihat notifikasi email dari kamu, agar HRD tidak menjadi acuh untuk membukanya.

Tips : Saat mengirimkan email lamaran pekerjaan agar kamu memperhatikan subject-nya sesuai dengan instruksi perusahaan, biasanya sudah ditentukan pada iklan lowongan tersebut atau paling tidak sebutkan lamaran pekerjaan dan posisi yang kamu lamar. Contoh: Lamaran Pekerjaan – Administrasi.

#2. Surat Lamaran Tidak Pakai Tangga/Tanggal Sudah Kadaluarsa

Karena kamu ngelamar di banyak tempat jadi kamu lupa untuk mengedit surat lamaran yang sudah lama kamu kirim ke perusahaan lain. Pantes aja kamu gak di panggil interview, karena jika HRD nya sangat teliti maka kesalahan walau hanya tanggal dia akan malas untuk merekrutmu. Kamu aja gak serius bikin surat lamaran.

Tips : Surat lamaran sebaiknya kamu ketik di body email saja.

#3. Asal Menggunakan Jenis/Ukuran Font

Semakin simple tetapi lengkap sebuah CV, semakin bagus. Namun jika CV hanya terdiri dari satu halaman dengan ukuran font terlalu kecil terlihat tidak serius mengirim lamaran pekerjaan. Memangnya kamu ingin bikin CV atau bikin buku diary? Buatlah CV dengan jenis dan ukuran font yang formal atau resmi.

Tips : Gunakan font jenis Times New Romans dengan ukuran 12, dan buat menjadi 2 halaman.

#4. Membuat CV Terlalu Banyak Halaman

Kebanyakan manager bagian HRD menyetujui, CV sebanyak 2 halaman adalah yang paling ideal untuk melamar pekerjaan. Bagaimana jika 3 halaman? Yea, still acceptable. Tapi jika kamu punya beberapa hal penting dan banyak pengalaman non formal untuk dituliskan, maka akan menjadi 4 halaman. Siapa yang punya waktu untuk membaca CV sebanyak itu?

Tips : Sortirlah pengalaman dan pendidikan non formal yang kamu miliki yang tidak ada hubungan dengan posisi yang kamu lamar, sehingga kamu tidak perlu cantumkan pada CV.

#5. Membuat CV Warna-warni

Kamu ingin melamar pekerjaan atau sedang mengikuti pelajaran kesenian? Atau kamu malah menganggap CV dengan font berwarna merah kuning hijau akan menarik perhatian HRD? Of course no, honey. Memang sih terlihat eye-catching tapi justru kamu akan dianggap tidak serius oleh HRD.

Tips : Pilihlah warna hitam dan jangan sesekali kamu memberikan sentuhan-sentuhan warna yang mencolok mata.

#6. Lama menganggur

Jika kamu menulis riwayat pengalaman kerja pada CV yang menyatakan bahwa terakhir kamu bekerja sudah lebih dari 5 bulan yang lalu, maka bagian HRD akan menganggap kamu tidak qualified. Mereka akan berasumsi bahwa perusahaan lain telah menolak lamaran kamu sebelumnya, sampai-sampai kamu sudah menganggur selama lebih dari 5 bulan.

Tips : Ketika kamu harus menyebutkan pengalaman kerja, usahakan kamu juga menyebutkan pengalaman berorganisasi untuk mensiasati jika kamu sudah terlalu lama menganggur.

#7. Nama Attachment Tidak Sesuai

Coba lihat nama-nama berkas untuk lamaran kerja kamu. Pasti tidak jelas, kan? Nah, ada beberapa manajer bagian HRD malas untuk mengunduh attachment kamu jika nama file tersebut tidak jelas.

Tips : Kalau attachment ijazah, tulis saja IJAZAH, sama seperti CV, lamaran dan file lainnya. Akan lebih disukai jika kamu jadikan 1 file dengan format zip/rar kemudian tulis misal, “cv_nama kamu”. Contoh: CV_JUMINTEN.

#8. Ukuran File Terlalu Besar

Ukuran file yang terlalu besar membuat CV yang kamu kirim tidak akan di buka, karena yang menerima adalah email perusahaan.

Tips : Biasanya perusahaan sudah menentukan kapasitas lampiran dari aplikasi pelamar, ikuti instruksi dalam iklan lowongan yang dibuat perusahaan, jika file kamu melebihi kapasitas yang ditentukan sebaiknya kamu kompres dulu agar sesuai ketentuan menggunakan software komputer.

#9. Menyingkat Kata

Mls bgt kan klo km baca lamaran disingkat seperti ini? Jangan sampai kamu menyingkat kata, walaupun kamu melamar pekerjaan via email jangan menyepelekan hal kecil ini. Karena akan terlihat apakah kamu serius ingin mencari pekerjaan atau hanya main-main saja. Teliti, ya!

Tips : Pakailah kata dan kalimat yang tidak bertele-tele atau jangan terlalu panjang membuat surat lamaran, cukup pada intinya saja dan pergunakanlah bahasa yang formal .

#10. Jelaskan keahlian dan pengalaman kerja

Setiap HRD punya penilaian masing-masing. Yang membuat HRD malas memanggil kamu untuk interview adalah pelamar hanya mencantumkan keahlian tanpa penjelasan atau yang sudah berpengalaman justru tidak menjelaskan job deskripsi di perusahan sebelumnya.

Tips :

Untuk keahlian, misalnya:

- Jaringan: saya bisa merancang dan memasang large scale LAN, dsb.

- Microsoft Excel: saya menguasai beberapa formula dan fungsi dasar.

- Photoshop: meski tidak terlalu mahir, tetapi saya dapat melakukan editing foto.

- HTML,CSS: saya mengerti dan memahami konsep HTML dan CSS sepenuhnya

Untuk pengalaman, misalnya:

- Saya dahulu bekerja dibagian teknisi dan jelaskan bagaimana pekerjaan di perusahaan sebelumnya.

#11. Pas Photo

Karena ingin cepat, banyak yang mengirim lamaran pekerjaan dengan lampiran pas photo alakadarnya seperti: foto selfie pakai hp, foto menggunakan hp dengan latar tembok, pasphoto yang diedit hanya latar tapi muka tetap berantakan sampai hasil scan foto jadul. Pas photo bagi HRD atau yang menerima lamaran kamu itu penting, karena menunjukkan keseriusan seseorang dalam mencari pekerjaan. Sepintar apapun jika tidak serius, lamaran kamu akan sia-sia.

Tips : buat pas photo di studio photo, supaya mendapatkan hasil yang diinginkan.

#12. Alamat Email Norak

Sadly, masih banyak orang-orang yang menggunakan alamat email norak atau bahkan ‘alay’ seperti: sofie_sayangmamah_cute@gmail.com atau
sibelalangtempur007@yahoo.com untuk melamar pekerjaan. The people at HRD will judge you alay dan norak based on your email. Begiru HRD melihat alamat emai yang seperti itu, jangan harap kamu dipanggil untuk interview mereka pun takut membuka email tersebut.

Tips : Jika alamat email kamu masih seperti itu, buatlah email baru menggunakan nama kamu saja ya!

Itulah 12 kesalahan membuat CV sehingga kamu tidak pernah dipanggil interview oleh perusahaan. Perbaiki dan jangan pernah menyerah. Banyak perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja seperti kamu.

(rie/ pml.my.id)

Salam Sukses Karir!

Berlangganan via Email